Lagi iseng nih, mo masukin foto2 bayi arza... terutama di Ketapang...
Friday, February 22, 2008
Thursday, February 21, 2008
Kue Putu kesukaan Arza
Arza lagi doyan banget makan kue putu.Si hijau yang ada isi gula jawa nya ini, bisa abis sendiri ama arza.
Kebetulan emang yang jualan lewat depan rumah jam 5 sore.
Pas banget kan ama perut yang udah agak lapar dari jam makan siang, dan belum waktunya makan malam.
Biar lagi main di rumah nicholas, tetangga sebelah rumah, kalo ada suara tuuuut.... dari motor tukang kue putu, arza langsung pulang...
Meskipun nyebutnya masih.... Kue KUTU ..... terus gue bilang pakai P ... Jadi Kue KUPU ....
enakkkkkk............................................Wednesday, February 20, 2008
Ke tempat Ria dan Liat Amiek Pameran
Back to real world...
Yang mo pesen, langsung buka blog nya aja ya. Gak usah bayar komisi ke gue. Ga papa kok....
O ya, Amiek ini temen di Sipil Trisakti. Sama seperti gue dan Dian, memutuskan jadi ibu rumah tangga setelah menikah dan punya anak.
He he he...emangnya 2 posting terakhir bukan real world apa????
Mmmm... weekend kemarin emang diakhiri dengan peristiwa besar nya papa Asep Rezza Suhendra. Yaitu (ceilah...) bisa nge jam bareng ama idolanya... Leo Kristie.
Juga ada peristiwa kenalan dan salaman dan foto bareng penulis dengan si Om.... Leo Kristie.
Tapi, ada juga peristiwa2 normal...
Sabtu sore tuh, kita udah otw ke Jakarta, tepatnya ke Pasar Minggu. Tempat Gue dan Arza dititipin. Karena papa mo nginep di rumah Mas BA. Karena Mas Gam nginep di rumah Mas BA. Udah gitu ada Leo Kristie yang ikut2an nginep di rumah Mas BA (he he he...gak deng..., emang semua nginep disatu rumah aja... soalnya rumah di Cibubur konon katanya rumah kosong...hiiiiii).
Jadi, berikut dibawah ini, cerita versi gue dan arza.
Sore itu, di drop, terus papa langsung meluncur ke Cibubur, ceritanya... ya gak tau lah....
Di pasar minggu, gak lama rombongan poltangan nyampe.
Jadi, arza mulai deh main ama Fathir. Fildzah juga bolak balik..bolak..balik....
Rizki ngikutin abang2 nya.... huuu... mentang2 udah bisa jalan...
Sbl magrib, rombongan poltangan pada pulang, soalnya mo kondangan.
Gue dan Arza, plues nenek, meluncur ke Nasi Uduk dan Ayam Goreng Masdikun di balai rakyat. Pengen banget. Jualannya kan malem, jadi, kalo pas nginep aja baru bisa beli.....
Cuma beli 2 nasi uduk, ama 2 ayam, eh, arza minta Martabak keju, langsung balik lagi ke Pasar Minggu. Lumayan malem lah, arza baru tidur... sementara gue udah ambruk duluan...
Cape' banget. Dari pagi beresin rumah, trus jam 12 dapet sms dari papa untuk siapin gitar besar, gitar kecil, ukulele, plues perlengkapan ngamen lainnya. Juga kostum manggung, travel bag dan isinya. Rasanya gedebak gedebug. Kan ada 3 travel bag. Gue, Arza, Papa.
Haduuuuh......
Minggu pagi, setelah mandi, mencuci baju (lagi??? dirumah nenek????), diputuskan ke rumah Ria. Pengen tau rumahnya. Lagian, rencana mo ke JCC kan nanti siang. Gak mungkin lah ke pameran jam 9 pagi. Bareng ama yang mo pameran dongg...
Arza sebenarnya udah ngantuk. Biasa... bangun kepagian... jadi di mobil menuju jl.surabaya tidur pulessss.
Di ujung jalan, pas banget ama nama jalannya... surabaya ujung... Ria udah nunggu ama anak pertamanya. Si Hanif.
Turun, arza udah agak seger. Masuk rumah Ria, arza langsung pasang mata mencari mainan....

Turun, arza udah agak seger. Masuk rumah Ria, arza langsung pasang mata mencari mainan....Mulai lah...berantakin apapun yang ada di rumah ria...
Lumayan lama, kira2 jam 12, pamit pulang. Soalnya, next stop to JCC. Mo ketemu ama Amiek yang lagi jaga pameran.
Lumayan lama, kira2 jam 12, pamit pulang. Soalnya, next stop to JCC. Mo ketemu ama Amiek yang lagi jaga pameran.
Thanks ya, Hanif, Hafiz, Fatimah....Maaf ya, kita berantakin rumahnya..
Kapan2 kita main lagi....
Sampai pasar minggu, sholat, makan, berangkat lagi.
Kali ini nenek ama kai ikut...
Kayanya Kai pengen makan enak di mal. tapi kayanya gak cukup waktunya.
Sampai JCC, udah penuh, pameran hari terakhir.
Untung udah dikasih nomor stand nya ama Amiek. Kalo ngga.... wuaduh...mabok nyarinya...
Rame banget....
Untung gak susah nyari parkir. Waktu sangat terbatas nih. Karena papa bilang, mo cepet nyampe di wapres. Jadi kalo jalan2 jangan lama2...
Ya udah, target ketemu Amiek, terus pulang...
Alhamdulillah ketemu. Amiek jualan dagangan sendiri, selop dan tas. Produknya Za'nis. Bikin sendiri dirumah ama asistennya. Masih bingung buat jualan. Ada blog nya kok....
Yang mo pesen, langsung buka blog nya aja ya. Gak usah bayar komisi ke gue. Ga papa kok....O ya, Amiek ini temen di Sipil Trisakti. Sama seperti gue dan Dian, memutuskan jadi ibu rumah tangga setelah menikah dan punya anak.
Jaman kuliah dulu, foto bertiga kita banyaaaak..... banget.
Eh, jangan cuma nanya aja ya, beli!!!! jangan bikin malu gue ah...
Okeh Amiek? gue udah bantu promosi nehhh....
Tuesday, February 19, 2008
Lkers di Kompas.com 18 Feb 08
Leo Kristi Tampil Bersama Penggemarnya di Wapress
JAKARTA, SENIN--Minggu (17/2), pukul 21.00 WIB Leo Kristi akhirnya tampil di panggung Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan. Inilah ujung penantian lama para anggota milis Leo Kristi yang konon berjumlah sekitar 300 orang.
Mo yang lebih canggih bahasanya?? Yang gak bisa bahasa Inggris, siap siap puyeng...
JAKARTA, SENIN--Minggu (17/2), pukul 21.00 WIB Leo Kristi akhirnya tampil di panggung Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan. Inilah ujung penantian lama para anggota milis Leo Kristi yang konon berjumlah sekitar 300 orang."Biasanya kami ketemu dengan sesama anggota milis, lalu nyanyi lagu-lagunya Leo. Baru kali ini Leo tampil di tengah-tengah para anggota milis," ucap Henry, salah satu anggota milis Leo Kristi.
Jadi, sejak awal sudah bisa dibayangkan, betapa "gayeng" suasana malam itu. Semua larut oleh lagu-lagu Leo Kristi yang--selain dinyanyikan oleh Leo--juga dinyanyikan oleh para penggemar Leo yang dengan gagah berani tampil sepanggung dengan sang idola: Leo Imam Soekarno. Tak cuma itu, sebagian besar penonton juga tak henti-hentinya mengikuti semua lagu yang sedang dibawakan di panggung.
Jadi, sejak awal sudah bisa dibayangkan, betapa "gayeng" suasana malam itu. Semua larut oleh lagu-lagu Leo Kristi yang--selain dinyanyikan oleh Leo--juga dinyanyikan oleh para penggemar Leo yang dengan gagah berani tampil sepanggung dengan sang idola: Leo Imam Soekarno. Tak cuma itu, sebagian besar penonton juga tak henti-hentinya mengikuti semua lagu yang sedang dibawakan di panggung.
Awalnya Leo ditemani oleh Gayatri, penyanyi yang dulu pernah membantu Konser Rakyat Leo Kristi, dan Naniel, yang pada tahun 70-an menjadi anggota Konser Rakyat.
Gayatri membuka dengan lagu Jerami diiringi Leo yang memainkan gitar akustik dan Naniel yang meniup recorder. Penampilan Leo yang dibantu eks anggota KOnser Rakyat diakhiri sebuah lagu manis berjudul Kaki Langit Cintaku Berlabuh.
Gayatri membuka dengan lagu Jerami diiringi Leo yang memainkan gitar akustik dan Naniel yang meniup recorder. Penampilan Leo yang dibantu eks anggota KOnser Rakyat diakhiri sebuah lagu manis berjudul Kaki Langit Cintaku Berlabuh.
Akhirnya Leo menyanyi sendiri beberapa lagu, sebelum kemudian dia meletakkan gitarnya begitu saja seraya meninggalkan panggung. Untunglah, anaka-anak anggota milis segera tahu gelagat. Jika dibiarkan, Leo bakal "hilang kendali" dan ogah main lagi. Mereka pun segera bertepuk tangan riuh rendah seraya meminta Leo tampil kembali ke panggung.
Setelah diminta berkali-kali untuk tampil kembali, Leo pun muncul ke panggung. Kali ini ia tampil bersama band milis Leo yang menamakan diri mereka Lkers. Maka mulailah, kolaborasi antara penggemar dan idola berlangsung dengan penuh kehangatan. Band Lkers yang terdiri Rezza, BA, Gam, Sena, Aries, Tanti, Ayu, Totot, bersuka cita tampil bersama Leo.
Syukurlah ada Reza yang bermain gitar amat ekspresif hingga berkali-kali senar gitar yang dicabiknya putus. Semangat Reza ini pula yang rasanya mampu membakar Leo hingga bisa tampil dengan lumayan baik.
Setelah diminta berkali-kali untuk tampil kembali, Leo pun muncul ke panggung. Kali ini ia tampil bersama band milis Leo yang menamakan diri mereka Lkers. Maka mulailah, kolaborasi antara penggemar dan idola berlangsung dengan penuh kehangatan. Band Lkers yang terdiri Rezza, BA, Gam, Sena, Aries, Tanti, Ayu, Totot, bersuka cita tampil bersama Leo.
Syukurlah ada Reza yang bermain gitar amat ekspresif hingga berkali-kali senar gitar yang dicabiknya putus. Semangat Reza ini pula yang rasanya mampu membakar Leo hingga bisa tampil dengan lumayan baik.
Berkali-kali Leo bahkan berjam session bersama Reza lewat permainan melodi. Sesekali Leo mengambil melodi suara dua, sementara di lain waktu Reza memukul-mukul tubuh gitarnya serupa drum. Sekitar 20 lagu pun mereka libas dengan semangat membara. Gulagalugu, Salam dari Desa, Sendiri, Fajar sampai Fajar, Nyanyian Musim, Lenggang Lenggong Badai Lautku, Kereta Laju, Surabaya Bernyanyi, Tembang di Hati, Pojok Kafe Simpang Lima, Sayur Asam Kacang Panjang, adalah di antara lagu-lagu yang dinyanyikan Leo bersama para penggemarnya.
Pementasan yang diberi judul Konser Nyanyikan Cinta Di Bulan Cinta ini memang layak dikenang. Betapa Leo tak sendirian mengarungi perjalanan musiknya. Ada beratus-ratus, bahkan mungkin beribu-ribu orang yang masih mencintai musiknya.
Usai pementasan, Leo pun tak bisa menutupi kebahagiaannya. Katanya, "Peristiwa yang baru pertama kali ini terjadi, semoga bisa bermanfaat buat kita semua."
Usai pementasan, Leo pun tak bisa menutupi kebahagiaannya. Katanya, "Peristiwa yang baru pertama kali ini terjadi, semoga bisa bermanfaat buat kita semua."
by - JY
langsung ke blog nya Mas BA ya....
Monday, February 18, 2008
Temu Kangen LKers - 17 Feb 08 Cafe Wapres-Bulungan
Suamiku tercinta.....
Akhirnya ketemu juga ama orang yang di elu elu kan ama Lkers.

Foto ama ibu2....Paling kiri, katanya pacarnya Leo Kristie, terus sebelahnya penulis lg kedinginan, terus mbak Linda, paling ujung mbak Yosca (adiknya Renny Jayusman)
Biar tambah seru... ini ada komentar dari Mas Henry, bos redaktur di majalah Nova,
Malam di Wapres Bulungan, sejujurnya saya egois,karena sangat ingin menikmati momen luar biasa itu,saya pilih kursi paling depan, yang tidak ada penghalangnya.
Penampilan di panggung memang luarbiasa.
Dari bincang-bincang dengan beberapa kawan, ini kricikan dadi grojogan, sesuatu yang kecil menjadi besar. Dari nyanyi-nyanyi di tempat Mas Adi, Ragunan,berubah tampil di Wapres Bulungan. (Sekarang ini,Wapres Bulungan menjadi sebuah oase baru pentas seni di Jakarta. Dan keberadaannya sudah diakui olehkawan-kawan seniman. Artinya, ini sebuah tempat bergengsi di panggung kebudayaan kita sekarang ini.) Dan, kawan-kawan mampu tampil baik di sini.Da n karena Bulungan memang tempat bergengsi, tidak mengherankan, kawan-kawan wartawan yang meski tidak diundang secara resmi, mereka hadir di sini. Apa yang terjadi di panggung?Ketika Leo sendirian (atau bersama Gayatri dan nanil),sejujurnya tidak mengesankan saya, kecuali hanya romantisme kangen-kangenan. Tidak ada yang mampu saya catat dari peristiwa ini. Namun, Leo justru bertenaga ketika berkolaborasi dengan LKers. Seperti catatan MasRamdan, improvisasinya dengan Rezza, sungguh memukau penonton. Seorang kawan wartawan, usai pentas berkomentar, Rezza mampu menyamai bahkan dalambeberapa nomor, melebihi permainan Leo.Bila dulu kita sering melihat senar gitar putus dicabik Leo, malam itu justru Rezza yang dua kalimembuat senar putus. Gitar Leo malah aman-aman saja.Dan yang mengagumkan, dalam kondisi senar putus, Rezza mampu menyelesaikan komposisi lagu tanpa kehilangan mood. "Rezza, kamu lulus cum laude," komentar kawan saya. Rezza memang bermain garang, ekspresinya melebihi saat ia tampil di MP Book. Upaya Leo membenahi performance-nya cukup berhasil.Histeria pun tampak dari penonton non LKers. Semangat menghangati udara basah di tengah rinai hujan. Pentas yang berhasil, sebuah peristiwa teater terjadi.Di tengah keberhasilan pentas, kalaupun ada kritik dari kawan saya yang pernah jadi wartawan desk budaya Kompas itu, itu hanya soal komposisi di panggung.Blocking yang kurang tertata. Pemusik tampak berimpitan. Panggung menjadi sempit.Bukan membela diri, tapi saya bilang, "Mas, ini kelompok amatir, yang memang tidak begitu hirau dengan aksi panggung. Tapi, terima kasih atas masukannya yang menarik." Barangkali kalau nanti kita pentas barengLeo dengan menarik tiket penonton, urusan ini juga jadi perhatian.Yang pasti, lepas dari semuanya, Nyanyikan Cinta di Bulan Cinta, adalah sebuah pentas yang berhasil. Dan tujuan kawan-kawan "memperkenalkan" LKers dan tentusaja aksi musisi LKers, sudah tercapai.
Ke mana kaki melangkah, waktu akan menjawabnya.
Cinta dan Kesetiaanku tak akan pernah pudar
by Henry Ismono
Akhirnya ketemu juga ama orang yang di elu elu kan ama Lkers.Leo Kristie....

Acara dimulai jam 19.00 tet.
Urutan acara...ya... pembukaan ama Mas Kef, terus ada mbak Yosca ngomong... terus ada yang baca puisi...terus ada pengumuman kalo Wulan Guritno gak bisa dateng untuk baca puisi...terus... nyanyi dey....
Urutan acara...ya... pembukaan ama Mas Kef, terus ada mbak Yosca ngomong... terus ada yang baca puisi...terus ada pengumuman kalo Wulan Guritno gak bisa dateng untuk baca puisi...terus... nyanyi dey....
Mmmm... suami ku putus senar ampe 3 kali.....
Heran, yang lain kok gak ada yg putus ya???
O iya, sesuai dengan pengumuman di blog ini sebelum tanggal ini (ribet banget nih nulisnya...), acara temu kangen Lkers ini diadakan di cafe Wapres, di bulungan.
Tempat nya emang pas anggota Lkers ama sedikit tamu yang lagi lewat, plues... wartawan tv...
Nyanyi pertama, Papa ama mbak Ayu... 3 lagu...

Terus, trio Papa, Mas Gam, Mas BA.
Terus, Leo Kristie sendiri (iya ya?? lupa...)

Juga ada penampilan Musikalisasi Puisi dari Cempaka Putih nya Mas Aryo (thanks mas comment nya... ).
Jadi perkusi gitu, keren....sambil nyanyiin puisi. Maaf mas, gak ngerti saya....kikikikkk
Terus Mas Sena nyanyi sendiri...lagunya??? sumpah, belum pernah denger!!!! Ha ha ha...
Terus, Leo Kristie ditemenin ama Lkers...

duh, kok garing gini ya ceritanya... maklum, gak gitu apal lagunya....kikikikkkkk
Eh, tapi untuk konser kali ini, gue ada kemajuan lho. Bisa ikutan nyanyi lah, biar cuma reff nya aja. Itu pun untuk lagu2 yang udah pernah di denger pas di MP November kemarin.
Selain itu..... duuh...maap.... mending nerusin makan malam dengan Ayam Ganthari aja....uenakkk lho.....
He he he, dikenalin ama papa ke Om Leo itu....
Jangan bayangin mukanya kaya Ariel..... (duuuh....ganteng banget yaaaa), lagian kan udah tuaaaa banget....
Tapi, bisa salaman juga udah bangga. Ama artis besar geto loch.....
Papa apalagi. Belajar dengerin lagu Leo Kristie dari SMP, akhirnya, semalem, bisa sepanggung ama om tersebut. Malah sempet di training hari sabtu dan minggu di rumah mas BA.
Dengerin komentar papa, waktu lagi di plonco ama om itu, kalo main gitar tuh, ada yang kudu kaya 'sungai mengalir', atau 'daun yang dihembus angin'.....halah!!!!!!!!!!
Padahal, selama setengah tahun ini, papa udah top banget. Udah baca kan, tulisah mbak Dyah di Koran Tempo, ada kok di blog ini (klik ajah)....
Ternyata... kata si Om, masih harus banyak berlatih...
Dan si Om berjanji, kalo ke Jakarta, akan ada latihan2 lagi ......
Duh.... papa berbunga bunga tuuuchhh.....
btw, foto2 emang gelap. soale pake handphone, juga suasana cafe emang gelabbb.
Acara selesai jam 11 kurang. Jadi 11 lewat sih, plues extra2 lagu.....
Selain ketemu temen2 Lkers, juga ada Kakak Ipar, Aa Eeng dan keluarga.
Ada juga Faisal Basri, juga ada Sujiwo Tejo (iiih... please dech...)
Kalo ada gambar gue di tipi, kasih tau segera ya, soalnya, banyak kamera tv yang nyorot tuh....
Oya, komunitas ini gak ada yg narcis. Maksudnya, gak ada tuh, yang pengen foto2. Kalem aja semua nonton, ikutan nyanyi. Gak penting kayanya foto2, apalagi bikin kenang2an buat diri sendiri. So, rasanya agak aneh gitu, gue sibuk nyari moment buat foto.
Kenapa ya, gak ada foto bareng sebelum acara... atau sesudah acara kek.
Kan jadi bisa ngapalin nama2nya....
Mungkin karena beda angkatan itu ya... hue he he he
Foto penulis dengan Leo Kristie
Foto suami penulis dengan Leo Kristie
Foto bareng sang Istri:Ny.Gam, Ny.BA, Ny,Rezza,Ny.Setiyadi
Foto suami penulis dengan Leo Kristie
Foto bareng sang Istri:Ny.Gam, Ny.BA, Ny,Rezza,Ny.Setiyadi

Foto ama ibu2....Paling kiri, katanya pacarnya Leo Kristie, terus sebelahnya penulis lg kedinginan, terus mbak Linda, paling ujung mbak Yosca (adiknya Renny Jayusman)
Biar tambah seru... ini ada komentar dari Mas Henry, bos redaktur di majalah Nova,
Malam di Wapres Bulungan, sejujurnya saya egois,karena sangat ingin menikmati momen luar biasa itu,saya pilih kursi paling depan, yang tidak ada penghalangnya.
Penampilan di panggung memang luarbiasa.
Dari bincang-bincang dengan beberapa kawan, ini kricikan dadi grojogan, sesuatu yang kecil menjadi besar. Dari nyanyi-nyanyi di tempat Mas Adi, Ragunan,berubah tampil di Wapres Bulungan. (Sekarang ini,Wapres Bulungan menjadi sebuah oase baru pentas seni di Jakarta. Dan keberadaannya sudah diakui olehkawan-kawan seniman. Artinya, ini sebuah tempat bergengsi di panggung kebudayaan kita sekarang ini.) Dan, kawan-kawan mampu tampil baik di sini.Da n karena Bulungan memang tempat bergengsi, tidak mengherankan, kawan-kawan wartawan yang meski tidak diundang secara resmi, mereka hadir di sini. Apa yang terjadi di panggung?Ketika Leo sendirian (atau bersama Gayatri dan nanil),sejujurnya tidak mengesankan saya, kecuali hanya romantisme kangen-kangenan. Tidak ada yang mampu saya catat dari peristiwa ini. Namun, Leo justru bertenaga ketika berkolaborasi dengan LKers. Seperti catatan MasRamdan, improvisasinya dengan Rezza, sungguh memukau penonton. Seorang kawan wartawan, usai pentas berkomentar, Rezza mampu menyamai bahkan dalambeberapa nomor, melebihi permainan Leo.Bila dulu kita sering melihat senar gitar putus dicabik Leo, malam itu justru Rezza yang dua kalimembuat senar putus. Gitar Leo malah aman-aman saja.Dan yang mengagumkan, dalam kondisi senar putus, Rezza mampu menyelesaikan komposisi lagu tanpa kehilangan mood. "Rezza, kamu lulus cum laude," komentar kawan saya. Rezza memang bermain garang, ekspresinya melebihi saat ia tampil di MP Book. Upaya Leo membenahi performance-nya cukup berhasil.Histeria pun tampak dari penonton non LKers. Semangat menghangati udara basah di tengah rinai hujan. Pentas yang berhasil, sebuah peristiwa teater terjadi.Di tengah keberhasilan pentas, kalaupun ada kritik dari kawan saya yang pernah jadi wartawan desk budaya Kompas itu, itu hanya soal komposisi di panggung.Blocking yang kurang tertata. Pemusik tampak berimpitan. Panggung menjadi sempit.Bukan membela diri, tapi saya bilang, "Mas, ini kelompok amatir, yang memang tidak begitu hirau dengan aksi panggung. Tapi, terima kasih atas masukannya yang menarik." Barangkali kalau nanti kita pentas barengLeo dengan menarik tiket penonton, urusan ini juga jadi perhatian.Yang pasti, lepas dari semuanya, Nyanyikan Cinta di Bulan Cinta, adalah sebuah pentas yang berhasil. Dan tujuan kawan-kawan "memperkenalkan" LKers dan tentusaja aksi musisi LKers, sudah tercapai.
Ke mana kaki melangkah, waktu akan menjawabnya.
Cinta dan Kesetiaanku tak akan pernah pudar
by Henry Ismono
Friday, February 15, 2008
Nyanyian Cinta di Bulan Cinta
Mau liat suamiku manggung?Mau liat istrinya nonton?
Mau liat komunitas orang2 nyanyi lagu2 yang kita gak pernah denger?
Datang ya, gratis kok....
Nyanyikan Cinta di Bulan Cinta.
Demikianlah tajuk acara yang akan digelar oleh Komunitas LeoKristi (LKers) di Warung Apresiasi (Wapres)Bulungan.
Hadirlah dengan semangat cinta kekeluargaan, pada Minggu 17Februari 2008, pukul 19:00 sampai selesai.
Bernyanyi, membaca puisi,bercerita, dan bernyanyi lagi.
Bersama Leo Kristi, sang troubadour yang tak lelah-lelahnya mencintai negeri ini.
Selain menggubah lagu-lagupatriotik dan banyak memotret kondisi sosial di ranah Nusantara melaluiperjalanan panjangnya, Leo Imam Sukarno juga menciptakan lagu-lagu cinta yang mendalam, di antaranya terhimpun dalam album Nyanyian Cinta (1979).
Diramaikan oleh para gitaris LKers: Reza, Gamawan Waloeyo, BambangAroengbinang, dll. Para vokalis LKers: Setiyadi, Tanti, Ayu, Yoosca,Ramdan Malik, Sena. Albert, Henry Ismono, Abing Patrick, dll.
Acara ini gratis untuk semua orang, tua-muda "lintas zaman", yang menggemari lagu-lagu Leo Kristi. Ingat liriknya yang membuat kita terus optimis menghadapi hidup: "Kepercayaan pada esok dan lusa, aku suka."
(komunitas LeoKristi)
Para sahabat sekalian, jika terhimpun dalam milis yang lain, mohon dikabarkan acara kami ini.
Mari kita berkumpul dan bernyanyi, berbincang dari hati ke hati dalam suasana cinta.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Permisi dan permisi lagi, begitu kata Leo Kristi.
Thursday, February 14, 2008
Valentine's day
Beneran yakin nih, kalo valentine udah ditetapkan tanggal 14 Februari. Di TV gak ada berita kalo ada yg ngumumin Valentine itu kemarin atau besok.
He he he he...
Jaman sekarang, valentine makin seru ya kayanya. Buat yang punya duit kalee..
Coklat, bunga, kado... kan mahal...
Yang murah mah... nonton tv bareng...
Hari ini hujan seharian, kasian juga ya, yg naik motor.... basah...yaiyalah...
Maksudnya yg mo dinner gitu lho....
Udah lah bahas valentine nya. Udah lama gak ngerasain juga. Hampir 6 tahun lah, gak ngerasain jedarr nya valentine.... Nanti kali ya, kalo punya anak perempuan....
O iya, selain hari ini ditetapkan jadi hari valentine untuk tahun 2008, hari ini juga Cap Go Meh nya orang cina. Dari Hari Imlek kemarin, katanya 7 harinya itu dirayain lagi. Detailnya... lupa ( kikikikkkk)....
Btw, selasa kemarin, kita2 ke rumah temen yang ngerayain Imlek. Rumahnya di Taman Yasmin juga siy, cuma di ruko. Jadi Lantai Dasar buat bengkel ban, Lantai 2 dan 3 buat rumahnya.
Ibu2 senam ini berangkat abis senam... maksud hati nyari makan siang.....
Gue sih nganter arza dulu sekolah. Jadi baru sampai jam 10.40.
Pas sampai, lagi pada sibuk ngunyah...kue....kue...kue....dan .... kue......
Minuman sirup di gelas ampe di isi bbrp kali...kikikikkkk ......... Laper ni yeeee
Foto2 udah, nyari karaoke udah, kue di toples udah setengah abis...
Foto2 udah, nyari karaoke udah, kue di toples udah setengah abis...Yang punya rumah,bolak balik...bolak balik... kirain lagi nyiapin makan siang...
Eh.. bukan.....
Lagi bikin persiapan Cap Go Meh....
Kertas2 yang nanti mo dibakar katanya...Gubrakkkkkkk.............................
Ha ..ha..ha.....
Ibu2 ngakak semua... pasrah euy... makan soto ayam lagi ajalah di sebelah radar bogor !!!!!!!!!!!!!!!!!!
O iya, mulai minggu depan, acara makan2 buat ulang tahun, arisan, selametan rumah, atau apa ajalah, di pindahin ke hari kamis.
Soalnya, Bu Asril, yang ngajar senam, ada kelas selasa jam 1 siang. Katanya, suka telat, jadi muridnya pada protes tuch.... Gapapa lah yg penting, tiap bulan ada acara makan2....acara ketawa2....drpd ketemu ama mesin cuci mulu.....
Ketebak dong.. yang punya rumah, yg baju merah...
Ketebak dong.. yang punya rumah, yg baju merah...
Subscribe to:
Posts (Atom)












